MTQ Pekanbaru Digelar Desember, Seleksi Kafilah di Tingkat Kelurahan Dimulai

MTQ Pekanbaru Digelar Desember, Seleksi Kafilah di Tingkat Kelurahan Dimulai

PEKANBARU - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Pekanbaru direncanakan digelar pada minggu pertama Desember 2026. Menjelang pelaksanaan, Pemko Pekanbaru kini mempercepat tahapan seleksi kafilah mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Indra Maulana, mengatakan tahapan MTQ tidak bisa langsung digelar di tingkat kota. Seleksi harus dilakukan secara berjenjang mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota.

"MTQ tingkat kota tentu, sebagaimana kita ketahui tidak langsung berlangsung pada tingkat kota. Ada tahapan yang harus dilalui," kata Indra, Rabu (16/9/2026).

Saat ini, MTQ tingkat kelurahan tengah berlangsung di sejumlah wilayah di Pekanbaru. Setelah seluruh rangkaian di tingkat kelurahan rampung, tahapan akan dilanjutkan dengan MTQ tingkat kecamatan.

"Alhamdulillah kita saat ini sedang tahap berjalan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kelurahan. Timeline berikutnya adalah kita akan melaksanakan Musabaqah tingkat kecamatan," ujarnya.

Setelah MTQ tingkat kecamatan selesai, peserta terbaik akan diseleksi untuk mengikuti MTQ tingkat Kota Pekanbaru.

"Pasca pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat kecamatan, baru kita akan melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Kota Pekanbaru yang insyaallah akan kita laksanakan di akhir tahun ini," terang pria yang pernah menjabat Sekretaris Dispora Pekanbaru ini.

Targetnya, MTQ tingkat Kota Pekanbaru berlangsung pada minggu pertama Desember 2026. Namun, jadwal tersebut masih berupa rencana dan menunggu hasil pembahasan serta keputusan pimpinan.

"Insyaallah kalau tidak ada perubahan di minggu pertama Desember," ulasnya.

Percepatan tahapan MTQ ini dilakukan bukan tanpa alasan. Pemko Pekanbaru harus menyesuaikan jadwal dengan pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Riau yang setiap tahun cenderung maju mengikuti kalender Ramadan.

Kondisi tersebut membuat Pemko Pekanbaru perlu menyiapkan waktu lebih panjang. Sebab, proses persiapan kafilah tidak berhenti setelah seleksi selesai.

"Jadi karena pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat provinsi ini setiap tahun maju menyesuaikan dengan jadwal Ramadan," ungkapnya.

Para peserta terbaik yang nantinya terpilih menjadi kafilah Kota Pekanbaru akan menjalani pembinaan melalui Training Center (TC) sebelum berlaga di tingkat Provinsi Riau.

Menurut Indra, TC membutuhkan waktu yang cukup agar para kafilah benar-benar siap menghadapi perlombaan.

"Sehingga kita butuh persiapan yang panjang juga untuk TC para kafilah-kafilah kita yang nanti akan berlomba di Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat provinsi," jelasnya.

Ia menegaskan pembinaan tidak bisa dilakukan secara singkat. Para kafilah membutuhkan latihan dan pembinaan terarah untuk mematangkan kemampuan sebelum tampil di tingkat provinsi.

"TC ini tidak bisa singkat, juga membutuhkan waktu sehingga mereka nantinya matang bisa ikut berlomba di tahap tingkat Musabaqah di provinsi nantinya," papar Indra.

Dengan percepatan dari tingkat kelurahan dan kecamatan, Pemko Pekanbaru berharap proses seleksi hingga pembinaan kafilah dapat berlangsung berkesinambungan. Langkah ini sekaligus memberikan waktu yang cukup untuk mempersiapkan wakil terbaik Pekanbaru menghadapi MTQ tingkat Provinsi Riau.

Sementara itu, lokasi pelaksanaan MTQ tingkat Kota Pekanbaru hingga kini belum ditetapkan. Pemko masih melakukan pembahasan internal dan akan memusyawarahkannya bersama pimpinan.

Indra mengatakan pilihan lokasi masih terbuka karena waktu pelaksanaan masih sekitar dua setengah bulan lagi.

"Masih nanti menunggu hasil keputusan dulu. Kami akan melaksanakan musyawarah terlebih dahulu dengan pimpinan. Lokasi dan tempat menyesuaikan, karena waktunya masih ada lebih kurang dua bulan setengah lagi," pungkasnya.

Berita Lainnya

Index